Proposal Rancangan Perusahaan Distro Pakaian Olahraga

A. Nama Perusahaan
     Perusahaan ini akan bernama INSED G3M Distro & Fitness  
     Center Kependekan dari GREEN 3 MANAGEMENT.

B. Alamat Perusahaan
     Kantor dan lokasi pemasaran INSED G3M Distro & Fitness 
     Center akan bertempat di Jl.Kalibata, Jakarta Selatan.

C. Latar Belakang Perusahaan
     Perusahaan Bisnis Distro ini Berdiri atas kerjasama serta 
     keinginan tiga anak muda yang memiliki hobi dan kegemaran 
     yang sama dalam bidang Olahraga, karena sering bertemu dalam 
     berbagai forum di bidang kesehatan dan olahraga serta 
     kepedulian terhadap kesehatan tubuh manusia, tiga generasi 
     muda ini mencetuskan INSED G3M berdiri atas dasar keinginan 
     yang sama dalam fashion dan olahraga di Jakarta, kota yang 
     memiliki tingkat pendidikan dan budaya masyarakat yang 
     melimpah dari pada kota lain, tapi masih minim dalam 
     mempromosikan pentingnya kesehatan tubuh serta berbagian 
     kebututan fahsion olahraga dalam manangani kebutugan 
     peralatan olahraga yang baik dan bekualitas bagi masyarakatnya. 
     INSED G3M didirikan untuk mempelopori kecintaan generasi 
     muda dalam olahraga untuk menciptakan manusia dan 
     lingkungan yang sehat, juga mengadakan event-event di bidang 
     olahraga baik itu fitness, erobik, dan lainnya, serta tidak 
     ketinggalan pula event fashion dan perlengkapan olahraga yang 
     mendukungnya. Pergantian manajemen diharapkan dapat 
     memberi akselerasi terhadap perkembangan usaha yang telah 
     dirintis sebelumnya untuk memanfaatkan segala infrastruktur 
     yang sudah ada.
     Alasan pentingnya Pendirian Green 3 Manajemen Insed:

  • Pengelolaan yang lebih profesional
  • Etos kerjasama yang lebih baik
  • Fleksibilitas dalam menjalin kerjasama dengan instansi lain
  • Perawatan aset yang lebih baik
  • Cakupan bidang usaha lebih luas
  • Setiap event yang diadakan INSED G3M akan meningkatkan minat generasi muda dalam bidang kesehatan serta serta Citra budaya sehat di Jakarta.
  • Memberikan dukungan terhadap kemajuan dalam bidang kesehatan dan fashionOlahraga di Jakarta

    Berdirinya perusahaan ini juga memiliki manfaat sosial bagi masyarakat sekitar diantaranya: 
  • Memperkenalkan budaya hidup sehat bagi warga sekitar sehingga dapat mengurangi resiko terkena penyakit.
  • Perusahaan ini juga menganggarkan biaya untuk penghijauan daerah sekitar.
  • Membantu para desainer serta penjahit dalam menyalurkan kreativitasnya dalamdesain pakaian olahraga.
  • Menyediakan tempat Fitnes dan aerobic bagi mahasiswa dan masyarakat guna mendukung terciptanya generasi yang sehat.

D. Visi dan Misi Perusahaan
     Visi  : “Jakarta Health Generasion”
     Misi : - Menciptakan Masyarakat peduli kesehatan serta 
                 kebersihan lingkungannya.
              - Pilot project manajemen 3 Green Insed Distro & Fitness 
                Center
              - Sosialisasi dan aplikasi hidup sehat kepada masyarakat

E. Logo Perusahaan dan Moto
    Diskripsi logo :
  • Terdiri dari tiga komponen utama : Huruf “G serta M”, dan Gambar angka 3.
  • Huruf “G” merupakan inisial dari GREEN 3 MANAJEMENT. Simbol “G” ini diukir membentuk simbol memutar dan berwarna hijau yang memiliki makna bahwa  perusahaan distro ini juga bekomitmen menciptakan generasi yang sehat dan mendukung proses daur ulang untuk produknya.
  • Lambang angka 3, menunjukkan keterkaitan dengan tiga generasi muda pendirinya.
  • Warna dasar yang digunakan yakni hijau dan biru yang memiliki kedekatan dengan unsur lingkungan.
  • Moto : Heath generation, Heath Jakarta, green planet!
F. Bidang Usaha
     INSED G3M merupakan badan usaha yang bergerak di bidang 
     jasa dan pemarasaran barang kebutuhan olahraga dengan 
     mengedepankan manajemen terpadu, serta berorientasi teknologi 
     lingkungan.  
    Beberapa usaha yang ingin kembangkan juga meliputi :
  • Usaha jasa pengelolaan café sehat.
  • Usaha produksi barang daur ulang.
  • Fasilitas sauna, Futsal dan Hotspot
G. Manajemen 
     Komponen organisasional yang akan diterapkan adalah :
  • Satu orang Direktur Utama, bertanggung jawab atas kelancaran keseluruhan proses produksi dan pemasaran, menciptakan sistem produksi dan pemasaran, melakukan negosiasi bisnis, mencari investor, dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan dengan dibantu oleh para manajernya. Pimpinan produksi mendapatkan gaji tetap sebesar Rp. 2.000.000,- perbulan.
  • Dua orang Administrasi dan Keuangan, bertanggung jawab mencatat transaksi dan dokumentasi, serta melakukan analisis keuangan. Administrasi & Keuangan mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan dengan masa kerja 25 hari.
  • Satu orang Manajer Distro & tempat Fitnes, bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan serta koordinasi karyawan dan perawatan aset. Manajer Distro dan tempat Fitnes mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan dengan masa kerja 25 hari.
  • Satu orang Manajer Pemasaran, bertanggung jawab dalam kelancaran distribusi barang, perluasan pasar, merumuskan sistem pasar, menangani masalah perijinan, dan mampu menangani segala keluhan pelanggan. Manajer pemasaran mendapatkan bayaran sebesar Rp. 1.500.000,- per bulan dengan masa kerja 25 hari.
    Tim Pendukung, terdiri dari :
  • Dua Belas orang Karyawan, merupakan pekerja yang sesuai dengan alokasi karyawan : 2 Satpam guna menjaga keamanan dan ketertiban, 3 orang Office Boy menjaga kebersihan dan kenyamanan distro dan tempat fitnes, 2 orang Pelatih Fitnes, dan 8 orang karyawan distro guna melayani konsumen. Pembagian kerja akan dirotasi untuk tiap karyawan dibawah koordinasi manajer Distro & tempat Fitnes. Karyawan dibayar Rp. 40.000,- per hari atau Rp. 1.000.000,- per bulan dengan masa kerja 25 hari.
  • Tiga orang Sopir, merupakan pekerja yang bertugas mengemudikan kendaraan pengangkutan barang dan bertanggung jawab terhadap perawatan kendaraan. Sopir dibayar Rp. 40.000,- per hari atau Rp. 1.000.000,- per bulan dengan masa kerja 25 hari.
      Total kebutuhan dana operasional untuk gaji karyawan adalah sebesar Rp. 21.500.000,- per bulan.

H. Deskripsi Produk Barang dan Jasa
     1. Jasa Pengelolaan Tempat Fitness dan Distro
         Deskripsi
         Saat ini, kebutuhan akan hidup sehat merupakan polemik 
         tersendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya Jakarta, hidup 
         sehat menjadi suatu hal yang sangat susah bagi sebagian 
         masyarakat jakarta karena minimnya sarana tempat olahraga 
         terbuka yang mendukung akan kebutuhan berolahraga yang 
         baik, walaupun banyaknya berjamuran tempat – tempat fitnes 
         di kota pelajar ini tetapi masih di anggap sebagai sarana tempat  
         olahraga yang mahal meskipun banyak tempat fitness yang 
         sudah memiliki peralatan yang komplit serta nawarkan harga 
         miring/paketan bagi masyarakat agar semua kalanggan dapat 
         menikmatinya, ditambah lagi makin padatnya waktu kegiatan 
         masyarakat untuk meluangkan waktu untuk berolahraga. 
         Ditambah juga masih minimnya penjualan sarana 
         pendukungnya seperti, baju, celana sampai sepatu dan 
         perlengkapan olah raga yang berkualitas baik namun memiliki 
         harga yang terjangkau bagi masyarakat umum. Terlebih lagi 
         masalah akan kebutuhan masyarakat ini tidak tertangani 
         seluruhnya oleh lembaga pemuda dan olahraga serta dinas-
         dinas terkait di wilayah pemerintahan DKI Jakarta , kurangnya 
         fasilitas pendukung dan event-event mengenai olahraga seperti 
         senam aerobic massal, lomba gerak jalan bagi masyarakat 
         setiap akhir pekan juga memberikan pemahaman bagi
         masyarakat mengenai pentingnya berolahraga serta hidup 
         sehat, karena dengan berolahraga kita juga dapat 
         mempertahankan kondisi tubuh yang baik serta menciptakan 
         jiwa yang jernih, dengan berolahraga kita juga melatih denyut 
         jantung lebih baik sehingga juga dapat mengurangi resiko 
         terkena serangan jantung, stroke, diabetes dan lainnya dalam 
         kehidupan masyarakat. Di sinilah bisnis ini dimulai. Dengan 
         manajemen yang baik, permasalahan akan kebutuhan 
         masyarakat akan hak memperoleh kebutuhan dan sarana 
         kesehatan dapat dikurangi serta member nilai ekonomisnya 
         bagi pengelolanya. Target yang tepat untuk usaha distro 
         olahraga dan fitness adalah masyarakat yang memiliki 
         kepedulian dan kemauan untuk memperoleh kesehatan 
         tubuhnya melalui olahraga rutin, Pendapatan dapat diperoleh 
         dari hasil penjualan perlengkapan olahraga pada distro dan 
         pendapatan rutin dari hasil kegiatan penyewaan fasilitas alat - 
         alat fitness,serta penyewaan tempat aerobic.

         Manfaat Produk dan Jasa
  • Menanggulangi masalah bagi masyarakat pecinta olahraga untuk memdapatkanperlengkapan yang berkualitas baik dengan harga terjangkau.
  • Meningkatkan kebutuhan masyarakat akan perlengkapan olahraga dan kesehanatan di lingkungan.
  • Mengurangi kebutuhan masyarakat akan fasilitas olahraga yang memadai.
         Rencana Harga 
         Harga yang kami tawarkan mengacu pada standar kualitas 
         barang yang ditawarkan, yaitu sebesar
       Penawaran / Pesaing
       Belum ada kompetitor yang memiliki Fasilitas yang memadai 
       dan lengkap disekitar lokasi dan juga distro yang menawarkan 
       kebutuhan akan perlengkapan olahraga yang berkualitas baik. 
       Distro – distro disekitar lokasi kami anggap bukan kompetitor 
       karena manawarkan produk barang yang berbeda manfaatnya, 
       kelebihan produk kami adalah: kualitas barang yang baik, setiap 
       produk dibuat dengan daya seni yang menarik bagi konsumen, 
       menawarkan harga diskon setiap bulannya, pelayanan 
       konsumen yang dapat diandalkan serta lokasi dikelola dengan 
       ramah lingkugan dan nyaman.

       Daftar Harga dan Jadwal FITNESS CENTER
       Harga yang ditawarkan untuk menggunakan fasilitas fitness 
       yaitu bisa dengan Membership yang dibayar tiap bulan atau juga 
       per visit/ Insidentil sesuai dengan jadwal yang ditentukan

     
      INSIDENTIL / PER VISIT

I. Strategi dan Proyeksi Pemasaran
    Strategi Pemasaran
  • Sebelum menajalankan dan mengelola perusahaan setidaknya mendapatkan informasi akan kebutuhan masyarakat akan fasilitas olahraga dan kebutuhan akan perlengkapannya.
  • Mensosialisasikan pentingnya budaya sehat bagi masyarakat, memberikan harga diskon dan jaminan kualitas barang.
  • Memberikan tawaran paket hemat untuk penyewaan tempat fitness dan aerobik.
  • Mengadakan lomba berteman “Body Muscle” bagi para pelanggan fitness.
  • Mengikuti serta menseponsori pameran-pameran olahraga.
  • Mengadakan event – event untuk menarik minat masyarakat untuk hidup sehat dan pentingnya berolahraga.
   Proyeksi Pemasaran
   Proyeksi pemasaran kami susun berdasarkan informasi yang 
   akurat, sehingga proyeksi yang dicantumkan merupakan target 
   yang rasional untuk dicapai pengelola.

J. Rencana Operasional Distro dan Fitness
    Lokasi
    Pengelolaan tempat akan dilakukan di jalan Kaliurang Km 5 
    bekas lokasi rumah maka Ananda. Dengan Luas bangunan yang 
   dibutuhkan ±250 m2 berdiri di atas lahan seluas ±300 m2. Dengan 
   insfrastruktur yang ada, dan juga memiliki kapasitas parkir yang 
   luas guna mendukung pengembangan perusahaan untuk 
   menambah fasilitas jasa café sehat. 
   Fasilitas
   Sebagian besar fasilitas yang diperlukan untuk operasional INSED    
   G3M Distro dan Fitness Center. Adapun fasilitas diperlukan untuk  
   menunjang kegiatan INSED G3M adalah sebagai berikut :
  • Peralatan Fitnes, 4 unit Cardion serta 7 unit berbagai alat fitness.
  • Kendaraan transportasi distribusi barang
  • 6 set sofa panjang, 
  • 1 unit ganset, kapasitas 1200 watt, 8 unit AC 4 PK.
  • Seragam Karyawan (Baju, dan celana, sepatu boot).
  • 3 buah Lokker besar.
  • 2 unit komputer
   Proyeksi Kebutuhan Investasi
   Kebutuhan investasi terdiri dari 2 macam yaitu investasi aset dan   
   investasi tunai. Investasi aset berasal dari semua aset yang dikelola 
   oleh manajemen INSED G3M Distro dan Fitness, Investasi tunai 
   berasal dari berbagai pihak yang tertarik terhadap bisnis 
   perusahaan. Total biaya kebutuhan investasi tunai tertera dalam 
   tabel berikut ini

   Prediksi Biaya Operasional yang dikeluarkan tiap bulan:
   Investasi tunai yang dibutuhkan sebesar Rp. 150.000.000,-    
   sedangkan sebagai investasi aset senilai Rp 560.400.000,- sehingga 
   investasi totalnya menjadi Rp. 710.400.000,-


K. Proyeksi Finansial
        Laba dihitung dari selisih omset satu tahun dikurangi biaya 
     produksi selama setahun. Profit investasi didapatkan dari laba 
     dikurangi laba ditahan (20% dari laba), yang meliputi: penelitian 
     dan pengembangan usaha (10%) dan bonus karyawan (10%).

     Worst CaseScenario
     Worst Case Scenario yang diperkirakan ada 2 kemungkinan, 
     yaitu:
  • Kondisi penjualan minimum
      Apabila proyeksi penjualan tidak sesuai dengan perencanaan/ 
      target, maka kondisi penjualan minimum yang harus diupayakan 
      sehingga biaya produksi tertutupi. Proyeksi penjualan Worst 
      Case Scenario senilai 50 % dari proyeksi awal.
     
      Strategi yang akan dilakukan untuk keluar dari kondisi penjualan 
      terburuk adalah:
      Melakukan penyesuaian anggaran terhadap biaya operasional 
      sesuai dengan kondisi penjualan. Biaya operasional bulanan, 
      sehingga biaya operasiona dapat tertutupi oleh total penjualan.
     Agresif marketing: secara aktif meningkatkan penjualan jasa 
     pengelolaan dan promosi ke kawasan komersil (setingkat mall 
     atau perumahan).

     Over Order
     Over Order terjadi apabila input permintaan barang melebihi 
     daya tampung perusahaan akibat produksi penjahit dan desainer 
     yang terhambat. Kondisi ini tentu saja akan sangat  
     menguntungkan bagi perusahaan, namun disisi lain dapat 
     merugikan apabila tidak ditangani dengan baik akan 
     mengakibatkan menurunnya kepercayaan konsumen.

     Strategi yang akan dilakukan untuk keluar dari kondisi ini adalah:
     Memberikan diskon besar kepada penjahit model dan desainer, 
     sehingga produk terserap sebanyak-banyaknya. Melakukan 
     pembelian sekala besar kepada supplyer guna memenuhi
     kebutuhan permintaan/konsumen yang meningkat.Melakukan 
     outsourcing supplyer, sehingga barang yang masuk langsung 
     dipilah dan dikirimkan ke penampung/gudang hari itu juga, 
     sehingga diharapkan volumenya meningkat 50%.

L. Pendanaan dan Kerjasama
     Total modal awal yang dibutuhkan untuk usaha ini adalah  
     Rp.710.400.000,- yang berupa investasi tunai sebesar Rp. 
     150.000.000,- dan aset INSED G3M Distro & Fitness Center 
     sebesar Rp. 860.400.000,-. Kami mengharapkan dana tersebut 
     diperoleh dari : Lembaga Peduli Kesehatan Para Investor yang 
     mendukung Budaya Hidup Sehat bagi masyarakat.
     Pemilik aset Perusahaan Produk Minuman dan Makanan untuk 
     kesehatan Sumber Pendanaan yang lain. Bagi investor, profit 
     sharing dibagi dari profit investasi (80 % dari laba bersih). Dari
     keuntungan tersebut, ditentukan persentase bagi hasil untuk 
     pihak manajemen dan investor. Jika terdapat lebih dari satu 
     investor, maka persentase bagi hasil untuk investor ditentukan 
     berdasarkan modal yang diberikan relatif terhadap total 
     kebutuhan investasi.

M. Penutup
         Demikian proposal ini kami susun untuk dipergunakan 
      sebagaimana mestinya. Dokumen dalam proposal disusun bagi 
      lembaga – lembaga kesehatan dan olahraga untuk membangun 
      dan menciptakan budaya hidup sehat bagi masyarakat yang kami
      maksudkan untuk menerima proposal ini. Kami harapkan 
      kerjasama ini bisa mendorong kecintaan masyarakat terhadap 
     dunia Olahraga lebih dalam. Sehingga dapat membangun manusia 
     yang sehat dan bugar. Diharapkan permasalahan dalam 
     memfasilitas kebutuhan sarana dan perlengkapan olahraga bagi 
     bagi masyarakat Yogyakarta dapat teratasi dengan pembagunan 
     Distro dan Fitnes Center ini. Untuk itu kami mohon bantuan dari 
     pihak yang berwenang agar pendirian INSED G3M Distro & 
     Fitness Center dapat terlaksana dengan baik.

     Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.



                                                                              Depok, 7 Juli 2013



                                                                     Tim Penggagas
                                                  INSED G3M Distro & Fitness Center


5 Pertanyaan Yang ‘Gak Boleh’ Ditanyakan di Studio Tattoo





5 Pertanyaan Yang ‘Gak Boleh’ Ditanyakan di Studio Tattoo

1. Sakit Gak?
Hmm, ini yang menurut gue paling sering ditanya sama orang-orang. Sakit apa enggaknya itu relatif, kalo menurut lo sakit, belum tentu menurut gue sakit. Kalo gak mau sakit, jangan ditattoo bro, disablon aje.
Note: lebih sakit diselingkuhin kok.
2. Kok Mahal Banget Sih?
Yah itulah, balik lagi. Ini pekerjaan jasa. Sama seperti halnya pelukis, cuma bedanya artist tattoo (sang pembuat tattoo) itu melukis permanen di media yang namanya kulit, kulit manusia. Kalo salah lukis di kanvas, kanvas gak bakal marah. Nah, kalo di kulit orang?
Lagipula studio tattoo yang baik adalah studio yang sangat memperhatikan sterilisasi, keamanan, kenyamanan dan kepuasan pelanggan.
Kalo kata Sailor Jerry “Good work ain’t cheap. Cheap work ain’t good”
 3. Dosa gak?
Nah, ini dia nih pertanyaan paling ngebosenin. “Dosa apa enggak ya ditattoo?” Intinya sih balik lagi ke personal masing-masing.
“Katanya air wudhu gak bisa masuk ke kulit karena terhalang tinta tattoo”
Menurut gue, dan menurut penilitian ilmiah dan logika akal sehat, Tinta tatto hanya masuk di kulit paling atas dan TIDAK menutup pori-pori dan keringet tetep bisa keluar sewajarnya di kulit yang ada tinta tattoo. Kalo misalnya tinta tattoo itu menutupi pori-pori kulit, panas tubuh akan tertahan di dalam, dan orang bisa mati. Alhamdulillah gue masih hidup ampe sekarang.
“Katanya kalo orang tattooan gak boleh solat”
Gue yakin seyakin-yakinnya, semua orang berhak bertemu dan berbicara kepada Tuhannya. Kaya miskin, jahat baik, bertattoo atau tidak bertattoo. Semua sama. Gue yakin :)
4. Kalo udah ditattoo dan gue nyesel trus mau diilangin, gimana ya?
Tattoo itu sakral bro, sekali buat ya untuk seumur hidup, jangan dihapus. Kalo bosen, ya tinggal dimodif, kalo dihilangin hanya karena semata karena penyesalan. Mending dari pertama jangan buat. Labil Motherfucker.
5. Kalo ditattoo mesti mabok dulu ya?
SALAH! Tattoo itu gak boleh mabok. Kalo mabok, jantung manusia akan memompa lebih cepat, akibatnya jika ditattoo, akan mengeluarkan darah banyak/bleeding. Elo bakal ngerasa sakit (meskipun lo mabok), dan hasil tattoo gak akan bagus/terang, karena tinta tattoo telah bercampur dengan darah. Gitu.
Intinya sih, jangan buat tatttoo hanya semata lagi BM (banyak mau), semata niat jadi macho-man dan jago-jagoan. Pikirin lagi, karena tattoo lebih dari itu. Tattoo adalah ‘diri lo’ dalam bentuk gambar di media yang namanya kulit. Esensinya dalem, bro.
Karena sesungguhnya perbedaan antara orang bertattoo dan orang tidak bertatto adalah, orang bertattoo gak pernah peduli “kenapa elo gak tattooan?”

Tugas Softskill mencari bentuk usaha produk atau jasa!

Peter Says Denim

Latar Belakang usaha Peter Says Denim

Sewaktu masih duduk di bangku SMA, Peter Firmansyah, pria kelahiran Sumedang 4 Februari 1984, terbiasa mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima. Kini, ia adalah pemilik usaha yang memproduksi busana yang sudah diekspor ke beberapa negara.
Tak butuh waktu relatif lama. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini, jins, kaus, dan topi yang menggunakan merek Petersaysdenim, bahkan, dikenakan para personel kelompok musik di luar negeri.
Sejumlah kelompok musik itu seperti Of Mice & Man, We Shot The Moon, dan Before Their Eyes, dari Amerika Serikat, I am Committing A Sin, dan Silverstein dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman sudah mengenal produksi Peter. Para personel kelompok musik itu bertubi-tubi menyampaikan pujiannya dalam situs Petersaysdenim.
Pada situs-situs internet kelompok musik itu, label Petersaysdenim juga tercantum sebagai sponsor. Petersaysdenim pun bersanding dengan merek-merek kelas dunia yang menjadi sponsor, seperti Gibson, Fender, Peavey, dan Macbeth.
Peter memasang harga jins mulai Rp 385.000, topi mulai Rp 200.000, tas mulai Rp 235.000, dan kaus mulai Rp 200.000. Hasrat Peter terhadap busana bermutu tumbuh saat ia masih SMA. Peter yang lalu menjadi pegawai toko pada tahun 2003 kenal dengan banyak konsumennya dari kalangan berada dan sering kumpul-kumpul. Ia kerap melihat teman-temannya mengenakan busana mahal.
”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke kelab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana,” ujarnya.
Peter melihat, mereka tampak bangga, bahkan sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka dipakai. Harga celana jins saja, misalnya, bisa Rp 3 juta. ”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.
Peter kecil akrab dengan kemiskinan. Sewaktu masih kanak-kanak, perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Peter pun mengalami masa suram. Orangtuanya harus berutang untuk membeli makanan.
Pernah mereka tak mampu membeli beras sehingga keluarga Peter hanya bergantung pada belas kasihan kerabatnya. ”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung,” kata Peter.
Sewaktu masih SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian di Cibadak, yang oleh warga Bandung di pelesetkan sebagai Cimol alias Cibadak Mall, Bandung. Di kawasan itu dia berupaya mendapatkan produk bermerek, tetapi murah. Cimol saat ini sudah tidak ada lagi. Dulu terkenal sebagai tempat menjajakan busana yang dijual dalam tumpukan.
Selepas SMA, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Widyatama, Bandung. Namun, biaya masuk perguruan tinggi dirasakan sangat berat, hingga Rp 5 juta. Uang itu pemberian kakeknya sebelum wafat. Tetapi, tak sampai sebulan Peter memutuskan keluar karena kekurangan biaya. Ia berselisih dengan orangtuanya—perselisihan yang sempat disesali Peter—karena sudah menghabiskan biaya besar.
Ia benar-benar memulai usahanya dari nol. Pendapatan selama menjadi pegawai toko disisihkan untuk mengumpulkan modal. Di sela-sela pekerjaannya, ia juga mengerjakan pesanan membuat busana. Dalam sebulan, Peter rata-rata membuat 100 potong jaket, sweter, atau kaus. Keuntungan yang diperoleh antara Rp 10.000- Rp 20.000 per potong.
”Gaji saya hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta, he-he-he…,” kata Peter. Penghasilan sampingan itu ia dapatkan selama dua tahun waktu menjadi pegawai toko hingga 2005.
Pengalaman pahit juga pernah dialami Peter. Pada tahun 2008, misalnya, ia pernah ditipu temannya sendiri yang menyanggupi mengerjakan pesanan senilai Rp 14 juta. Pesanannya tak dikerjakan, sementara uang muka Rp 7 juta dibawa kabur. Pada 2007, Peter juga mengerjakan pesanan jins senilai Rp 30 juta, tetapi pemesan menolak membayar dengan alasan jins itu tak sesuai keinginannya.
”Akhirnya saya terpaksa nombok. Jins dijual murah daripada tidak jadi apa-apa. Tetapi, saya berusaha untuk tidak patah semangat,” ujarnya.
Belajar menjahit, memotong, dan membuat desain juga dilakukan sendiri. Sewaktu masih sekolah di SMA Negeri 1 Cicalengka, Kabupaten Bandung, Peter juga sempat belajar menyablon. Ia berprinsip, siapa pun yang tahu cara membuat pakaian bisa dijadikan guru.
”Saya banyak belajar sejak lima tahun lalu saat sering keliling ke toko, pabrik, atau penjahit,”katanya. Ia juga banyak bertanya cara mengirim produk ke luar negeri. Proses ekspor dipelajari sendiri dengan bertanya ke agen-agen pengiriman paket.
Sejak 2007, Peter sudah sanggup membiayai pendidikan tiga adiknya. Seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad mendorong dua adiknya yang lain untuk menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana. Ia, bahkan, bisa membelikan mobil untuk orangtuanya dan merenovasi rumah mereka di Jalan Padasuka, Bandung.
”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. Jika dananya sudah mencukupi, ia ingin orangtuanya juga bisa menunaikan ibadah haji.
Meski kuliahnya tak rampung, Peter kini sering mengisi seminar-seminar di kampus. Ia ingin memberikan semangat kepada mereka yang berniat membuka usaha. ”Mau anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” ujarnya.
Merek Petersaysdenim berasal dari Peter Says Sorry, nama kelompok musik. Posisi Peter dalam kelompok musik itu sebagai vokalis. ”Saya sebenarnya bingung mencari nama. Ya, sudah karena saya menjual produk denim, nama mereknya jadi Petersaysdenim,” ujarnya tertawa.
Peter memanfaatkan fungsi jejaring sosial di internet, seperti Facebook, Twitter, dan surat elektronik untuk promosi dan berkomunikasi dengan pengguna Petersaysdenim. ”Juli nanti saya rencana mau ke Kanada untuk bisnis. Teman-teman musisi di sana mau ketemu,” katanya.
Akan tetapi, ajakan bertemu itu baru dipenuhi jika urusan bisnis selesai. Ajakan itu juga bukan main-main karena Peter diperbolehkan ikut berkeliling tur dengan bus khusus mereka. Personel kelompok musik lainnya menuturkan, jika sempat berkunjung ke Indonesia ia sangat ingin bertemu Peter. Ia melebarkan sayap bisnis untuk memperlihatkan eksistensi Petersaysdenim terhadap konsumen asing.
”Pokoknya, saya mau ’menjajah’ negara-negara lain. Saya ingin tunjukkan bahwa Indonesia, khususnya Bandung, punya produk berkualitas,” ujarnya.


Peter Says Denim berlokasi di Jln. Sido Mulyo No. 25 Sukaluyu, Bandung 40123

Untuk cabang masih melakukan offline store yang bertempat :

Luar Negeri 
•    CIVILIAN PRINTING AND APPAREL, 1 Queen st N, Kitchener, Ontario, N2H 2G7, 519.568.8942

•    THE TATTOO SHOPPE, 95 Manitoba St, Bracebridge, Ontario, P1L 2B3, 705.706-3361

•    THE CODE OF CONDUCT, 14 East 11th Street Chicago, Illinois, 60605 USA, Phone : 1(513) 460-6334 /1 (312) 929-2073

•    KILL THE MUSIC, Level 1, 161-163 Elizabeth ST, Brisbane, Queensland, AUSTRALIA 4000, PH (07) 30127751, web : www.killthemusicstore.com

•    27 HEAVEN MALAYSIA, Level 1 Cineleisure Damansara, Petaling jaya

Dalam Negeri 
•    BUZZARD ROCK INDUSTRIES, Jl.Kemang Pratama Raya Blok MM 21B, Bekasi, Jawa Barat., Phone : +622182425856

•    MACBETH CONCEPT STORE MEDAN, Sun Plaza Medan, Ground Floor, Zainul Arifin No. 9 – 10 Medan 20152, Phone : +62614501267

•    STIGMATA BANDUNG, Ciwalk – Cihampelas, Bandung 

•    GLAMROCK SURABAYA, Jl. Wijaya Kusuma No.17, Surabaya, Ph. 031-5346617

•    LOCO SHOP MALANG, Dydod Building, Jl.Semeru No.31 Kauman, Malang 

•    CHORUS ROCK COMPANY, Komp TASBI blok QQ no : 14, Medan email : chorusrc@yahoo.com / endikk89@yahoo.com, Phone : +62 813 702 10 111

•    ROSE SPINE, (1) Jl.Tukad Musi 88f, (2) Jl.Teuku Umar 106b Denpasar, web : www.rosespine-clothing.com, email : rose_spaine@yahoo.com

•    VICIOUS BLOODS, Jl. Toddopuli 5 No. 21 Makassar, 0411 – 441 771, 0856 966 40456

Produk yang dijual berupa:


Celana:
Celana Panjang, celana Pendek, celana pendek wanita, dll.

Pakaian:

kaos oblong, kaos polo, jaket hoodie, kemeja, kemeja jeans dll.
ACCESORIES:

Dompet, Topi, Kacamata, Gelang, Ikat Pinggang, Bando, Kalung, dll

Studio Tatto's

Pemasarannya seperti melakukan banyak kolaborasi dengan brand-brand besar di pasar mancanegara dan juga penjualan melalui offline dan online store.


Prospek ke depannya dengan melakukan banyak promosi di luar negeri, menurut Peter, pasar dalam negeri juga secara langsung ikut tergarap. Karena semakin merek PSD terkenal di pasar mancanegara, maka merek PSD pun semakin dicari oleh orang Indonesia.

PeterSaysDenim, asli Indonesia yang mendunia!!


“Brand yang keren itu pasti laku, tapi kalo brand itu laku belum tentu keren”, Peter Firmansyah (Peter Says Denim)

 
             
Peter Firmansyah, tahu siapa dia? yap! benar sekali. Dia adalah pendiri sekaligus pemilik brand jeans asal Bandung (kawasan Cigadung) bernama PETER SAYS DENIM. Karir Peter di mulai pada tahun 2008 dengan meluncurkan produksinya. Alhasil, produk Peter langsung menembus pasar dunia.

PSD lahir dari perkawinan antara musik dan fashion. Peter juga menjabarkan bahwa PSD sebagai sebuah 'brand denim rock'. Pasalnya  PSD banyak meng-endorse band-band internasional maupun lokal beraliran rock. Misalnya saja Silverstein dari Kanada, August Burns Red dari Amerika, Not Called Jinx dari Jerman, dan masih banyak lagi. Sementara itu ada juga Superman Is Dead, St. Loco, Rocket Rockers, serta sederet band asal Indonesia lainnya. Maka dari itu, PSD selalu di sandingkan dengan merek-merek kelas dunia seperti Gibson, Peavy, Fender, Macbeth, Vans, Volcom dan lainnya. 

'Alive and Kickin!'
Kelahiran PSD sebagai kolaborasi antara fashion dan musik memang tidak bisa dilepaskan dari kiprah Peter sebagai seorang musisi. Pada tahun 2005 dia membentuk sebuah band yang bernama Peter Say Sorry. Dari sana perpaduan antara fashion dan musik pertama kali muncul, ketika itu Peter mulai merancang sendiri jeans untuk bandnya.

“Kenapa jeans karena gua suka jeans, dan gua juga tau tentang jeans (produksinya). Karena dulu gua 'main' di konveksi. Sama juga, kenapa musik karena gua suka musik, dan gua juga tau tentang musik” terang Peter. 

Sebelum akhirnya membuat brand PSD, Peter lebih dulu membuat jeans untuk orang lain, sebagai vendor untuk berbagai merek jeans. Hal itu membuat Peter semakin paham mengenai seluk beluk produksi jeans. Tapi sebenarnya, dari tahun 2005 hingga 2008 itu Peter sudah mulai merintis ide untuk membuat jeans dengan brand-nya sendiri.

Pemikiran untuk go international memang sudah menjadi tujuan Peter sejak meluncurkan PSD. Menurutnya untuk menggarap pasar lokal justru sulit pada masa itu, karena ketika itu industri pakaian tengah maju pesat. Distro, produksi pakaian lokal, khususnya di Bandung sedang marak dimana-mana. Untuk itu dia menginginkan sesuatu yang berbeda, dan optimis saja jika usahanya akan berhasil.

“Waktu itu belum ada yang berani memasarkan produknya ke luar negeri” ungkapnya.

Dengan konsep online store, pasar luar negeri terutama Amerika dan Kanada dapat menerima produk-produk PSD. Dampaknya tidak hanya pada penjualan saja tapi justru lebih dari itu, menurut Peter orang-orang jadi terbuka matanya terhadap Indonesia.

“Mereka bilang 'Oh Indonesia hebat bisa buat yang kaya gini'. Mereka jadi tau kalau di Indonesia juga kita bisa buat yang kaya gini (celana jeans). Di kita (Indonesia) gak harus banyak lagi, (karena) kalau di Cina kan harus partai besar”  papar Peter. 

Untuk distribusi di kawasan Amerika bagian utara itu PSD kini bahkan memiliki kantor sendiri di Kanada. Sementara di Bandung, di kawasan Cigadung, PSD memiliki kantor dengan 15 orang pegawai. Disana Peter menunjukan salah satu slogan PSD, yaitu “Alive  and Kickin”

“Maksudnya kita bakal selalu ada, dan kita bakal selalu 'nendang!'” jelasnya.

Dan darisana Peter melakukan dua “tendangan” sekaligus. “Tendangan” pertama menyadarkan pelaku industri kreatif dalam negeri karena bisa diterima di mancanegara. Sedangkan “tendangan” yang kedua adalah membuka mata dunia tentang potensi industri yang dimiliki Indonesia.

From Zero to Hero 
Pendapatan PSD yang mencapai ratusan juta rupiah saat ini tidak diraih begitu saja oleh Peter. Peter benar-benar berjuang untuk mendapatkannya dengan melalui berbagai masa sulit.

Sewaktu kecil perusahaan tempat ayahnya bekerja bangkrut sehingga ayahnya harus bekerja serabutan. Kehidupan ekonomi keluarganya yang sangat pas-pasan membuat keluarganya harus sampai berhutang untuk membeli makanan.


Kondisi tersebut kemudian tidak juga membaik, sehingga suatu waktu keluarga Peter bahkan tidak mampu membeli beras dan harus bergantung pada belas kasihan kerabat-kerabatnya.

”Waktu itu kondisi ekonomi keluarga sangat sulit. Saya masih duduk di bangku SMP Al Ma’soem, Kabupaten Bandung” papar Peter.

Walaupun begitu, semua kesulitan yang dihadapinya disaat dia beranjak dewasa tidak membuatnya patah semangat. Sewaktu SMA, Peter terbiasa pergi ke kawasan perdagangan pakaian bekas di kawasan Cibadak. Disana Peter bisa mendapatkan produk bermerek dengan harga yang murah, sekalipun itu hanya pakaian bekas. 
Semasa duduk di bangku SMA Negeri 1 Cicalengka Kabupaten Bandung, hasrat Peter terhadap pakaian bermutu tumbuh. Ketika itu juga Peter mulai belajar dari cara memotong bahan, menjahit, mendesain, bahkan hingga menyablon. Peter berprinsip siapa pun yang mengetahui cara membuat pakaian maka orang itu bisa dijadikan guru baginya.
“Saya sudah keluar rumah pisah dari orang tua sejak usia 19 tahun, terus (sejak itu) saya kost dan mulai bayar sendiri semuanya”

Lulus SMA di tahun 2003 itu Peter mulai mendapatkan penghasilan sendiri dengan bekerja sebagai pegawai distro. Disana Peter berkenalan dengan berbagai konsumen yang kebanyakan berasal dari kalangan berduit. Satu hal yang diperhatikan oleh Peter dari teman-temanya adalah mereka selalu menggunakan busana bermerk. 

”Saya hanya bisa menahan keinginan punya baju bagus. Mereka juga sering ke klab, mabuk, dan ngebut pakai mobil, tapi saya tidak ikutan. Lagi pula, duit dari mana?” tuturnya.

Teman-temannya itu sering tampak bangga, bahkan bisa dibilang sombong dengan baju, celana, dan sepatu yang mereka pakai. Tapi kelakuan tersebut tidak membuat Peter kecil hati, justru hal tersebut melahirkan ide bagi Peter di kemudian hari. 

”Perasaan bangga seperti itulah yang ingin saya munculkan kalau (nanti) konsumen mengenakan busana produk saya,” ujarnya.

Semasa menjadi pegawai tersebut Peter juga mulai mengumpulkan modal untuk usahanya kelak. Dia mulai menyisihkan gajinya untuk tabungan dan juga mulai menerima order yang dikerjakannya sendiri. Dalam sebulan rata-rata Peter bisa mendapatkan order membuat 100 potong t-shirt, jaket atau sweter.

”Gaji saya (sebagai pegawai) hanya sekitar Rp 1 juta per bulan, tetapi hasil dari pekerjaan sampingan bisa mencapai Rp 2 juta…” kenang Peter dengan bangga.

Sebenarnya selepas SMA Peter sempat mencicipi duduk di bangku kuliah, tapi kemudian dia memutuskan untuk keluar. Biaya perguruan tinggi dirasanya terlalu berat, apalagi dia harus menghidupi dirinya sendiri.

“Saya cuma kuliah 2 bulan awal. Saya pikir, sarjana juga untuk apa, buat status kawin. Sebenarnya saya terdesak juga, harus cari duit untuk makan. Saya memang dari awal coba (untuk) mandiri... Mungkin kalau anak muda lain masih ada yang mikir (bagaimana caranya) lulus kuliah, (dan) biasanya enggak mau berusaha sendiri, tapi pinginnya kerja di orang”

Sekalipun tidak menyelesaikan kuliahnya kini Peter sering diundang untuk mengisi seminar-seminar di kampus. Peter memiliki keinginan untuk bisa mendorong orang terutama anak-anak muda agar semangat membuka usahanya sendiri. 

”Mau (itu) anak kuli, buruh, atau petani, kalau punya keinginan dan bekerja keras, pasti ada jalan seperti saya menjalankan usaha ini,” tegasnya.

Luar biasanya lagi sejak tahun 2007 Peter sudah membiayai pendidikan ketiga adiknya. Bahkan seorang di antaranya sudah lulus dari perguruan tinggi dan bekerja. Peter bertekad kedua adiknya yang lain juga harus bisa lulus menjadi sarjana. Untuk orang tuanya, Peter sudah bisa membelikan mobil dan merenovasi rumah mereka. Ada satu lagi keinginan Peter yang lain, yaitu mengongkosi orang tuanya naik haji. 

”Kerja keras dan doa orangtua, kedua faktor itulah yang mendorong saya bisa sukses. Saya memang ingin membuat senang orangtua,” katanya. 

Kolaborasi Demi Kolaborasi 
Selain fokus menggarap jeans, PSD juga meluncurkan produk lain seperti t-shirt, jaket, topi, dan lain-lain. Setiap dua bulan sekali PSD melakukan penyegaran dengan meluncurkan produk-produk baru. Semua detil rancangan produknya diganti dan diperbaharui. Hal ini dilakukan Peter agar produk keluaran PSD tidak monoton dan mencegah beredarnya barang bajakan.

Agar produk-produk tersebut dapat diterima di pasar mancanegara, PSD memiliki strategi  untuk melakukan banyak kolaborasi dengan brand-brand besar.
“Kita sekarang ini melakukan kolaborasi dengan sebuah perusahaan drum terkenal bernama 'Truth'. Selain itu juga dengan 'Love For Glory', sebuah movement organisasi skateboard. Terus sama (perusahaan) clothing US 'I Got', juga sama 'To Die For', perusahaan tattoo clothing” sebut Peter.


Dengan merancang sebuah produk bersama tersebut, Peter menjelaskan bahwa hal itu merupakan cara terbaik supaya mereknya bisa terkenal. Tapi hal itu tidak di dapatnya dengan mudah, brand-brand yang sudah ternama itu tidak asal mau melakukan kolaborasi. Mereka setuju memilih PSD karena sebelumnya mereka sudah mengenal brand, mengetahui kualitas dan juga potensi yang dimiliki oleh PSD. 

“Belakangan ini malah banyak perusahaan luar yang menawarkan kerja sama (kolaborasi) sama kita. Tapi kalau memang (brand luar itu) gak dikenal, buat apa?” tukas Peter. 

Walaupun begitu, yang dilakukan Peter dalam kolaborasi tersebut bukan sekedar numpang beken saja. Peter juga belajar dari mereka, menganalisa mengapa merek-merek itu bisa terkenal, berteman dan bahkan kalau bisa bertanya langsung pada orangnya. 

“Setiap malam gua ngobrol sama mereka, chatting, nanya disana yang lagi rame (ngetrend) apa. Gua nanya lu kenal sama si ini gak, kenalin dong, gitu” contoh Peter, “Gua juga terus mengikuti perkembangan, mengikuti up date” 
“Anak band itu pergaulannya luas” lanjutnya, “Si ini kenal sama si ini, terus si itu kenal lagi sama yang lain. Terus berlanjut, dan karena hubungan baik, darisanalah semua  (seperti) 'menjamur' ”


Hebatnya, meski sering melakukan kontak dengan teman-temannya di luar negeri, Peter mengaku dia tidak terlalu pandai berbahasa Inggris. Bahkan untuk negosiasi langsung dan melakukan sebuah keputusan dengan perusahaan asing, Peter lebih percaya untuk mengutus anak buahnya yang memang orang asing. Sementara untuk komunikasi di internet melalui chatting, Peter mengatakan kalau dia masih cukup PD (percaya diri) karena masih ada jeda waktu untuknya berpikir dalam menggunakan bahasa Inggris sebelum membalas omongan orang lain. 

Dari pergaulannya itulah ide-ide Peter bermunculan, dan darisana juga brand PSD semakin dikenal banyak orang. Menurut Peter apa yang membuat seseorang membeli sebuah merek jeans adalah bukan karena orang itu mengetahui kualitasnya, tapi orang itu mau mengeluarkan banyak uang karena merek itu terkenal. Dan itulah yang terus digalakan oleh Peter.

Kebanggan Indonesia

Dengan melakukan banyak promosi di luar negeri, menurut Peter, pasar dalam negeri juga secara langsung ikut tergarap. Karena semakin merek PSD terkenal di pasar mancanegara, maka merek PSD pun semakin dicari oleh orang Indonesia.

“Fesyen itu selalu latah. Selalu saja harus ada yang jadi contoh pertama” komentar Peter. 

Sementara itu mengenai produk lokal lainnya yang bisa bersaing di kancah internasional, Peter berpendapat itu mungkin sekali, asal para produsen itu harus bisa profesional dan bisa memenuhi standar internasional. Selain itu birokrasi di dalam negeri juga harus dipermudah, karena menurutnya hal itu sangat menghambat kreatifitas. 

“Yang penting PD (percaya diri) kita. Mental kita. Produk kita bisa kok diterima dan dihargai sama orang luar. Setiap orang punya relasi, punya jalannya sendiri. Yang penting kita bisa dipercaya dan orang senang sama kita. Itu yang penting, kepercayaan” ungkapnya.

Peter beranggapan saat ini PSD masih baru 30%, masih banyak hal yang ingin dilakukannya. Dia ingin PSD menjadi merek jeans kebanggan masyarakat Indonesia, karena menurutnya hingga kini belum ada merek jeans lokal yang bisa seperti itu. Selain itu dia juga ingin produknya bisa mewakili  brand Indonesia di mancanegara.